Thursday, 12 March 2015

Sakura Bermekaran di Indonesia


Sakura, adalah nama bunga yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Banyak dari kita yang beranggapan bahwa bunga sakura adalah bunga yang identik dengan Negara Jepang dan hanya dapat kita temui di daerah tersebut. tetapi ternyata Sakura juga dapat kita jumpai di Indonesia yaitu di UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas - LIPI. Di kebun botani peninggalan Belanda ini, sakura ternyata bisa berbunga 2 kali dalam satu tahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, suatu hal yang sungguh menakjubkan. Bunga ini mekarnya bisa bertahan sekitar 4 hari dan masa yang diperlukan sejak tumbuh kuncup hingga gugur bunga adalah sekitar 1 minggu. ”kok bisa ya Sakura hidup di Indonesia?”, ”Kok bisa ya Sakura berbunga 2 kali dalam satu tahun di Indonesia?”. Menurut kurator Rosaceae, ternyata hal ini disebabkan karena Kebun Raya Cibodas memiliki ketinggian yang hampir sama dengan habitat asli dari Sakura. Selain itu kontur tanah dan cara perawatan serta iklim itu juga yang mungkin menyebabkan terjadinya pembungaan Sakura bisa terjadi 2 kali dalam satu tahun.
Di Kebun Raya Cibodas memiliki 7 jenis Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp, Prunus arborea dan Prunus costata. Di Sakura Garden untuk sekarang ini baru terdapat 5 jenis Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana dan Prunus sp, sedangkan jenis yang dikoleksikan untuk saat ini ada tiga jenis yaitu Prunus arborea dari Java, Prunus costata dari Irian/ Papua dan Prunus cerasoides dari Himalaya. Prunus cerasoides adalah jenis Sakura tertua yang terdapat di Cibodas yaitu ditanam pertama kali tanggal 13 Mei 1971 dan sekarang berada di vak XX.B. 21 a,b, sedangkan untuk Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp berasal dari Hatta pada tahun 2002. Sakura Garden sendiri dibuat pada Maret 2007 – Desember 2007 dengan luas 6.647 m2 dan dibuat untuk memperkaya taman tematik yang ada di Kebun Raya Cibodas.

Menurut Holif Imamuddin (58 tahun) mantan Kepala Kebun Raya Cibodas yang bertugas antara tahun 2002 sampai 2007 dan juga penggagas ide pembuatan Taman Sakura, Pohon Sakura yang ada di Kebun Raya Cibodas mekar dua kali dalam setahun yakni antara bulan Januari-Februari dan antara bulan Agustus-September, namun untuk waktu mekarnya masih belum stabil.

Holif Imamuddin, penggagas ide pembuatan Taman Sakura
Holif menjelaskan koleksi awal pohon sakura Kebun Raya Cibodas dan juga yang paling banyak tumbuh di taman Sakura merupakan jenis Himalaya (prunus cerasoides D Don). Sedangkan koleksi pohon Sakura lainnya didapat dari peneliti Jepang yang datang ke Kebon Raya Cibodas serta pemberian pohon Sakura dari Jepang pada tahun 2004 kepada Presiden Megawati. Selain itu, pengelola Kebon Raya Cibodas sendiri juga melakukan pengembangbiakan pohon Sakura baik dengan cara vegetatif (stek) maupun dengan biji.









Sakura cibodas yang berada di indonesia 







Tidak jauh beda bukan ?.. dengan yang aslinya di jepang .
Dalam pandangan Holif, sekitar 90 persen masyarakat Indonesia ingin mengetahui lebih banyak mengenai Bunga Sakura. Di Indonesia, pada pertengahan tahun 80-an, musisi terkenal Fariz RM menciptakan lagu berjudul Sakura yang ketika itu mendapat sambutan luar biasa terutama di kalangan anak muda dan remaja sehingga menambahkan kepopuleran Sakura di Indonesia. Dan pada film animasi dari Jepang yang ditayangkan di beberapa stasiun TV swasta kadang-kadang ada bagian cerita yang memperlihatkan suasana saat orang berkumpul menikmati bunga sakura yang sedang mekar.
Taman sakura di jepang.
Di Jepang, saat bunga sakura mekar, yang biasanya terjadi pada awal bulan April, hal ini menjadi suatu peristiwa nasional, dan hampir setiap hari siaran TV memberitakan perkembangannya.
Saat itu orang Jepang akan berpesta bersama keluarga atau teman sambil menikmati keindahan bunga sakura yang bermekaran atau bahasa Jepangnya hanami.
Biasanya hanami dilakukan sambil minum sake dan bernyanyi bersama dan karena ramainya maka orang sering berebutan mendapatkan lokasi terbaik guna melihat Sakura, sehingga sejak malam sebelumnya akan dikirim orang untuk menunggui tempat yang akan dipakai.
Sebelum dibangun Taman Sakura, pohon Sakura tumbuh bertebaran di dalam Kebon Raya Cibodas sehingga pengunjung tidak dapat menikmati secara maksimal keindahan bunga Sakura yang mekar seperti di Jepang.
Pada tahun 1995, Holif berkesempatan pergi ke Jepang dan sempat melakukan kunjungan ke salah satu sekolah dasar dan saat itu ada banyak anak yang sedang belajar tentang alam dan banyak menanyakan kepada Holif mengenai alam di Indonesia.
Berdasarkan pengalaman itu, Holif mendapat kesan bahwa di Jepang cinta kepada alam sudah diperkenalkan sejak dini melalui pendekatan budaya yakni melalui tradisi hanami atau melihat bunga sakura yang sedang mekar.
Dengan adanya hanami maka orang kota di Jepang akan berkesempatan mendatangi taman kota dan berkumpul dan berdampak pada timbulnya rasa cinta kepada alam.
Dengan membuat taman khusus pohon Sakura, Holif berharap masyarakat Indonesia dapat menikmati bunga Sakura yang sedang mekar sekalian memupuk rasa sayang kepada alam.
Bagi Holif, Taman Sakura juga bisa menjadi sarana nostalgia bagi masyarakat Jepang yang ada di Indonesia dan orang Indonesia yang pernah belajar dan tinggal di Jepang. Holif juga berharap suatu saat nanti dibawah naungan pohon Sakura, orang dapat melakukan pertukaran kebudayaan dan pengetahuan.

No comments:

Post a Comment